Home / Daerah / PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bagi Bagi Dividen Didalam Tudingan Rekayasa Laporan Keuangan Rp.27,2 Triliun

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bagi Bagi Dividen Didalam Tudingan Rekayasa Laporan Keuangan Rp.27,2 Triliun

Print

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bagi Bagi Dividen Didalam Tudingan Rekayasa Laporan Keuangan Rp.27,2 Triliun

Jakarta | www.mapikor-news.com

“Pemegang Saham 56 Persen, Menteri BUMN Erick Tohir, Abaikan Suara Nurani Mahasiswa”

Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah dilaksanakan pada kamis (25/3/2021) di kantor pusat BRI, bertepatan dengan pelaksanaan demo oleh Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) menuntut agar Mneteri BUMN Erick Tohir sebagai Pemegang Saham terbesar 56 % lebih untuk membatalkan RUPST sebelum jajaran Direksi mempertanggungjawabkan temuan adanya Rekayasa Laporan Keuangan dengan Selisih Penyimpangan Tahun Anggaran 2018 dan 2019 sebesar Rp.27,2 Triliun.

Seruan nurani Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) ternyata tidak digubris Menteri BUMN Erick Tohir, tidak hanya itu himbauan terbuka sebagai ” tantangan” kepada Menteri Erick Tohir juga datang dari Ketua Umum Gerakan Rakyat Perduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu yang mengklaim bahwa dia dan Tim Ahlinya yang menemukan selisih penyimpangan Laporan Keuangan tersebut, belum juga diresponi pak erick Tohir sebagai Menteri BUMN.

Tantangan Evert Nunuhitu diungkapkan dalam Wawancara Langsung dengan media Mapikor yang sudah ditayangkan baik melalui media Online maupun media Streaming Mapikor TV, dalam wawancara tersebut Evert Nunuhitu ketika ditanya media Mapikor apakah siap mempertanggung jawabkan temuan Rekayasa laporan keuangan tersebut, jawaban Evert bahwa Dia dan Timnya sangat siap utk mempresentasikan didepan Menteri BUMN Erick Tohir dan Jajaran Direksi BRI, baik secara terbuka maupun tertutup dan apapun konsekwensinya siap bertanggungjawab atas temuan tersebut apapun resikonya.

Pada wawancara tersebut justru Evert Nunuhitu Ketua Umum GRPKN bertanya balik kepada media Mapikor “Apakah Pak Menteri Erick Tohir dan Jajaran Direksi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Berani atau Tidak untuk kita presentasikan temuan tersebut” pertanyaan Evert Nunuhitu kepada media Mapikor hanya bisa dijawab Pak Menteri Erick Tohir dan Jajaran Direksi BRI, berani atau tidak menerima tantangan tersebut.

Menurut laporan Jurnalis media Mapikor Johan Yusuf yang turun langsung kelapangan untuk meliput    Aksi Demo Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia JMHI, bahwa unjuk rasa  yang berlangsung pada (25/3/2021) siang bertepatan dengan RUPST yang berlangsung di kantor pusat BRI, hampir terjadi bentrok antara para pendemo dengan pihak pengaman dari Kepolisian ketika para pendemo dipaksa turun dari pagar dengan keras, perlakuan kasar ini memicu amarah mahasiswa yang berdemo untung saja kesalah pahaman ini bisa diredam sehingga tidak sampai terjadi keributan besar, Pernyataan Sikap Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia, tetap konsisten meminta Pemerintah untuk Mengusut Tuntas Kasus Dugaan Rekayasa Selisih Penyimpangan Laporan Keuangan, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, unjukrasa demo JMHI tidak hanya didepan kantor pusat BRI tapi juga dilakukan didepan kantor KPK.

Pelaksanaan RUPST PT. Bank Rakyat Indonesia pada 25/3/2021 memutuskan untuk pembayaran Dividen sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp.18,6 triliun sehingga dividen yang dibagikan BRI tahun ini mencapai Rp.12,1 triliun (Sumber Tempo.Co) sementara didepan pagar terdengar teriakan orasi dari JMHI menuntut Direksi BRI mempertanggungjawabkan selisih Penyimpangan laporan keuangan sebesar Rp.27,2 triliun.

Pemberitaan terkait Dugaan Rekayasa selisih penyimpangan dari LHP PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, terus dipublikasikan media Mapikor baik melalui media Online maupun media Streaming Mapikor TV, akumulasi pembaca maupun yang menonton sudah mencapai ribuan orang berbagai tanggapan yang diterima berfariasi, akan tetapi lebih banyak berharap agar Menteri BUMN Erick Tohir meu menerima tantangan Evert Nunuhitu agar Rekayasa Selisih Penyimpangan Rp.27,2 triliun PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bisa dipresentasikan secara terbuka, terbukti atau tidak adanya rekayasa tersebut hal ini sangat menguntungkan bagi Erick Tohir sebagai Menteri BUMN, dimata masyarakat Erick Tohir akan dianggap sebagai Menetri yang Jujur, Transparan dan benar benar menjalankan Program AKHLAK seperti yang digaung gaungkan Erick Tohir.

About zidh07

Check Also

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tindak Pidana Korupsi Mantan Pimpinan Cabang BRI Pangkalpinang

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tindak Pidana Korupsi Mantan Pimpinan Cabang BRI Pangkalpinang PANGKALPINANG, — …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *