Home / Daerah / Ditanya Soal SMA Boarding School Gowa,Artati Sebut Sejumlah Tokoh Pers

Ditanya Soal SMA Boarding School Gowa,Artati Sebut Sejumlah Tokoh Pers

Makassar | www.mapikor-news.com —Mangkrak dan tak terurus bahkan tak pernah dimanfaatkan itulah potret SMA Boarding School yang dibangun Pemprov Sulsel yakni Disdik Sulsel tahun 2014 hingga 2016.

Dari berbagai sumber yang dihimpun media ini terungkap bahwa, pembangunan SMA Boarding School yang terletak di dusun Bili-Bili,desa Samaya,kecamatan Bontomarannu,kabupaten Gowa, menggunakan APBD Sulsel hingga miliaran rupiah. Namun sangat disayangkan sebab sekolah tersebut tidak pernah difungsikan dan tidak ada siswanya sehingga sekolah yang diharapkan mencetak generasi berprestasi hanya angan-angan belaka.

“Ini adalah pemborosan anggaran dan merugikan negara dan apa gunanya dibangun kalau hanya jadi bangunan tua dan mubazir, tutur ketua DPW LSM Indonesia Investigasi Korupsi Sulsel A.Rahman.Sementara sumber lain menyebutkan jika sekolah tersebut di bangun dengan tiga tahap yang diduga menelan anggaran sekitar Rp 15 miliar.

Namun faktanya, penggelontoran anggaran miliaran tidak ada manfaatnya dan bahkan gedung yang telah dibangun sekitar 5 hingga 6 tahun lalu menjadi bangunan tua tak berpenghuni dengan pemandangan tumbuhan rumput yang menghijau.Jika demikian muncul pertanyaan apakah ide pembangunan sekolah tersebut benar-benar untuk menampung siswa guna menuntut ilmu, hanya terkesan pencitraan atau beraroma bagi-bagi untung, hal ini yang tahu hanyalah orang-orang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Sementara salah satu ASN Disdik Sulsel Artati yang saat itu menjadi staf Subag Program Disdik yang dikonfirnasi media ini 7 Februari 2021 membenarkan jika SMA Boarding School memang dibangun dengan anggaran Rp 4 miliar.

“Itu benar adanya pembangunan SMA Boarding School di kabupaten Gowa, tetapi setahunya anggarannya hanya Rp.4 miliar dan bukan Rp.15 miliar”ujar Artati, SH, MH yang kini menjabat KTU Cabdin Wilayah I Makassar, Maros.

Artati juga menjelaskan bahwa sebenarnya proyek tersebut pernah muncul masalah, tetapi perlahan masalah tersebut akhirnya selesai.
Di sela-sela wawancara Artati malah menyebut sederet tokoh Pers di Sulsel yang telah meninggal. Menurutnya para sesepuh tokoh Pers tersebut adalah teman almarhum ayahnya yang juga seorang jurnalis.

Ada Rahman Arge, A.Burhanuddin Amin, Andi Moein MG yang konon adalah keluarganya. Dari tokoh wartawan yang disebut itu semuanya telah wafat.Kita mungkin tidak kenal bapak saya pa Iqbal yang wartawan Pancasila, tuturnya sedikit arogan dari balik telepon.(Zal)

About admin

Check Also

Wakil Bupati Merangin Ultimatum PKL Angkat Gerobak dari Badan Jalan Pasar Bawah Dalam Waktu Tiga Hari

Bangko-Jambi | mapikor-news.com — Wakil Bupati (Wabup) Merangin H Mashuri, telah memberi waktu selama tiga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *