Home / Nasional / Rekayasa Laporan Keuangan Adalah Perbuatan Melanngar Hukum “Jajaran Direksi PT. Pertamina (Persero) Harus Bertanggungjawab Penuh”

Rekayasa Laporan Keuangan Adalah Perbuatan Melanngar Hukum “Jajaran Direksi PT. Pertamina (Persero) Harus Bertanggungjawab Penuh”

Rekayasa Laporan Keuangan Adalah Perbuatan Melanngar Hukum “Jajaran Direksi PT. Pertamina (Persero) Harus Bertanggungjawab Penuh”

Jakarta | www.mapikor-news.com

Rekayasa Laporan Keuangan adalah Perbuatan Melanggar Hukum, yang pertama bahwa jika rekayasa laporan keuangan tersebut telah dipublikasi untuk dikonsumsi public maka telah terjadi pelanggaran undang undang tentang pembohongan public, yang kedua jika rekayasa laporan keuangan tersebut untuk menutupi kebocoran atau korupsi maka telah terjadi pelanggaran undang undang no.31 Tahun 1999 tentang korupsi, pelanggaran pelanggaran tersebut memiliki sanksi Pidana yang bervariasi.

Rekayasa laporan keuangan hanya bisa dilakukan oleh orang orang Profesional ahli Akuntasi, sehingga jika laporan keuangan tersebut dilihat orang yang bukan ahli akuntansi tidak akan mengetahui bahwa laporan keuangan tersebut telah direkayasa, seperti temuan Ahli Akuntansi terkait Laporan Audit keuangan PT. Pertamina (Persero) telah ditemukan adanya Selisih  Penyimpangan atau Rekayasa pada laporan keuangannya sebesar  US$. 424.156.000.- atau sekitar 6 Triliun rupiah lebih.

Menindaklanjuti laporan temuan selisih penyimpangan laporan keuangan PT. Pertamina (Persero) Tahun Buku 2019, yang telah di Audit Publik “EY” Purwantono Sungkoro dan Surya, dengan laporan No: 01092/2.1032/AU.1/02/0684-5/1/2020, tertanggal 22 Mei 2020 Opini Akuntan, oleh Ahli Akuntasi Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi media Mapikor telah menyurati PT. Pertamina (Persero) meminta Klarifikasi terkait hal tersebut melalui Surat No: 065/PU-PR/Konf/Klaf/XII/2020, akan tetapi surat konfirmasi tersebut diabaikan PT. Pertamina (Persero)

Pada laporan keuangan jika dilihat secara kasap mata bahwa laporan keuangan tersebut sudah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasioan PT Pertamina Persero dan Entitas Anakanya, tanggal 31 Desember 2019 serta kinerja keungan dan arus kas, untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut! sesuai dengan standar akuntan keuangan di Indonesia, dan telah ditandatangani oleh DRS Hadi Purwanto.

Setelah dilakukan Analisa Pembuktian Kebenaran Laporan Keuangan tersebut oleh Ahli Akuntansi Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi, terdapat Perbedaan dengan Hasil Analisa Pembuktian Kebenaran Laporan Keuangan, Selisih Dugaan Penyimpangan Laporan Keuangan terdapat, pada (Dalam ribuan dollar) adalah sebagai berikut:

  1. Selisih Penyajian Ekuitas sebesar. US$. 456.286.-
  2. Selisih Asset BPYBDS Salah Pencatatan. US$. 254.542.-
  3. Selisih Penyisihan Penurunan Nilai.  US$. 107.345.-
  4. Selisih Pembagian/Pembayaran Dividen.  US$.   99.812.-
  5. Efek Perubahan Nilai Kurs Pada Kas dan Sentra Kas.  US$. 113.124.-

Total Selisih Penyimpangan Laporan Keuangan.  US$. 424.156.-

Untuk membuktikan kebenaran temuan Rekayasa Laporan Keuangan PT. Pertamina (Persero) Tim Ahli Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi telah meminta baik melalui surat maupun melalui publikasi pemberitaan kepada PT. Pertamina (Persero) untuk bisa diijinkan mempresentasikan dan siap bertanggung jawab, atas temuan tersebut didepan Jajaran Direksi dan Jajaran Komisaris PT. Pertamina (Persero) permintaan tersebut sampai saat ini diabaikan PT. Pertamina (Persero) seolah Jajaran Direksi takut jika Boroknya akan Terbongkar jika Rekayasa atau Penyimpangan laporan keuangan terbukti Benar.

Redaksi

About admin

Check Also

Jika Permohonan Uji Materi Diabaikan BPK RI Maka :

Jika Permohonan Uji Materi Diabaikan BPK RI Maka : “Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *