Home / Daerah / Setelah ASABRI Rakyat Menunggu Langkah Kongkrit Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Setelah ASABRI Rakyat Menunggu Langkah Kongkrit Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Setelah ASABRI Rakyat Menunggu Langkah Kongkrit Menteri BUMN Terkait Rekayasa Laporan Keuangan BRI yang Berpotensi Merugikan uang Negara 27,2 Triliun Rupiah

Jakarta | www.mapikor-news.com

Evert Nunuhitu,  Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuanagn Negara (GRPKN) tentunya tidak sembarang untuk menduga telah terjadi “Rekayasa” pada laporan Keuangan Bank Rakyat Indonesia periode 2018 dan 2019, menurut Evert Nunuhitu, tim ahlinya telah melakukan kajian yang mendalam dan komperhensip terhadap Laporan Keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk Tahun Buku  2018  dan 2019  yang telah dipublikasikan.  Hasil kajian yang datanya bersumber dari Laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero)Tbk (BRI) yang dipublikasi menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil yang mereka peroleh, padahal terminologi yang dipakai dalam membaca dan memahami suatu laporan keuangan adalah sama yaitu dengan menggunakan bahasa keuangan dan atau , bahasa akuntansi.

ketua umum GRPKN Evert Nunuhitu

Hasil temuan tersebut menunjukan indikasi yang kuat terhadap adanya rekayasa Laporan keuangan Tahun Buku 2018  senilai Rp.14.609.676.000.000.- (Empat Belas Triliun Enam Ratus Sembilan Milyar Enam Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah) yang telah dikomunikasikan kepada Direksi dan Komisaris Bank Rakyat indonesia melalui surat GRPKN Nomor : 005.12 BRI/GRPKN-01-4/11.2020, tanggal 12 oktober 2020, dan hingga saat ini belum direspon oleh Bank Rakyat Indonesia, dan juga terhadap Laporan Keuangan Tahun Buku 2019 senilai Rp.12.656.419.000.000.- (Dua Bela triliun Enam Ratus Lima Puluh Enam Milyar Empat Ratus Sembilan Belas Juta Rupiah), sehingga jelas akan merubah postur nilai pada pos-pos tertentu pada Neraca, Laporan Laba/Rugi dan laporan Ekuitas, sehingga dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan.

Evert Nunuhitu yang juga adalah Ketua Investigasi Media SJ-KPK mengatakan bahwa secara kumulatif Laporan Keuangan Bank Rakyat Indonesia untuk periode 2018 dan 2019 diduga telah direkayasa senilai Rp. 27,266,095,000,000. (Dua Puluh Tujuh Triliun Dua Ratus Enam Puluh Enam Milyar Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah).

erick thohir Menteri BUMN

Mengingat bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Rakyat Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan pada  kamis, 25 Maret 2021 yang akan datang, maka seharusnya Direksi Bank Rakyat Indonesia dapat segera malakukan klarifikasi terhadap dugaan rekayasa laporan keuangannya periode 2018 dan 2019 yang mencapai 27,2 Triliun rupiah lebih yang berpotensi merugikan keuangan negara sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik, sebelum RUPS dilaksanakan.

Lebih lanjut Evert Nunuhitu mengatakan bahwa klarifikasi terhadap dugaan rekayasa senilai 27,2 Triliun rupiah lebih oleh Bank Rakyat Indonesia bukanlah hal yang sulit, dan dapat dilakukan paling lama dalam2 hari kerja, karena pos-pos dalam laporan keuangan yang perlu diklarifikasi telah diinformasikan kepada Bank Rakyat Indonesia, dan bersumber dari dari data Laporan Keuangan BRI yang telah dipublikasikan, kecuali dugaan telah terjadi rekayasa terhadap laporan keuangan tersebut benar, sehingga BRI akan sulit untuk melakukan klarifikasi, dan takut untuk melakukan klarifikasi terbuka, karena menyangkut kepentingan dari berbagai pihak, yang tentunya akan berpotensi menjadi kasus hukum, dalam kaitannya dengan korupsi.

Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan senilai  27,2 Triliun rupiah lebih adalah angka yang fantastis, yang seharusnya menjadi perhatian Menteri BUMN “Erick Tohir” jika dibandingkan dengan kasus PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang berpotensi mergikan keuangan negara senilai16,7 triliun rupiah lebih yang secara kumulatif terjadi selama beberapa tahun.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pada beberapa waktu yang lalu dalam kasus PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), pak Erick Thohir dengan gagahnya tampil untuk memindahkan penanganan kasus ASABRI yang dianggap mangkrak di Kepolisian kepada Kejagung untuk ditidak lanjutai, tentunya akan menjadi hal yang aneh jika terjadi dugaan public terhadap adanya dugaan rekayasa pada BRI yang berpotensi merugikan uang negara senilai 27,2 triliun rupiah lebih, belum menjadi perhatian pak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan pemegang saham pengendali dari BRI.

Penempatan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama pada BRI seharusnya mempermudah Pak Erick Thohir meminta klarifikasi pada BRI sehubungan dengan dugaan rekayasa yang terjadi pada laporan keuangan BRI periode 2018-2019, kecuali ada pertimbangan tertentu sehubungan adanya kaitan pribadi Kartika Wirjoatmodjo yang juga diminta oleh Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara GRPKN) untuk bertanggung jawab terhadap dugaan rekayasa laporan keuangan Bank Mandiri 2018-2019 senilai 26,9 triliun rupiah lebih.

direktur utama BANK BRI Sunarso

Terlepas dari pertimbangan apapun yang akan dilakukan oleh pak Etick Thohir sebagai Menteri BUMN dan pemegang saham pengendali dari PT. Bank Rakyat Indonesia (pesero) Tbk, rakyat akan menunggu keberaniannya untuk mengambil Langkah kongkrit tuntuk merintahkan Direksi Bank Rakyat Indonesia agar segera dapat melakukan klarifikasi terhadap dugaan rekayasa laporan keuangan BRI tahun buku 2018-2019 senilai Rp. 27,266,095,000,000. (Dua Puluh Tujuh Triliun Dua Ratus Enam Puluh Enam Milyar Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah), atau dapat memfasiltasi pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi dugaan rekayasa laporan keuangan BRI, sebelum RUPS PT. Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk dilaksanakan, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan merusak kredibilitas dari Bank Rakyat Indonesia dikemudian hari.  

Evert Nunuhitu 

About admin

Check Also

Pembangunan Talud P3A Desa Kaliwuluh Kebakkramat Karanganyar Diduga Menyimpang

Karanganyar | mapikor-news.com — Berdasarkan pantauan dilokasi di dukuh Gedangan Kaliwuluh pekerjaan talud sawah pertanian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *