Home / Daerah / Dari Hulu Sungai Hingga Pesisir Pantai Dusun Siliha Negeri Maneo kecamatan Seram Utara Timur Kobi “ Diduga Kembali Tercemar Limbah Kelapa Sawit PT Nusa Ina Group”

Dari Hulu Sungai Hingga Pesisir Pantai Dusun Siliha Negeri Maneo kecamatan Seram Utara Timur Kobi “ Diduga Kembali Tercemar Limbah Kelapa Sawit PT Nusa Ina Group”

Dari Hulu Sungai Hingga Pesisir  Pantai  Dusun Siliha Negeri Maneo kecamatan Seram Utara Timur Kobi “ Diduga Kembali Tercemar Limbah Kelapa Sawit PT Nusa Ina Group”

Masohi | www.mapikor-news.com   

Pesisir pantai Dusun Siliha Negeri Maneo Kecamatan Laut Pante Dusun Siliha Negeri Maneo Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah kembali dicemari Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT. Nusa Ina.

Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit PT Nusa Ina Grup milik Sihar Sitorus yang ada di Kobi Sadar Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku , diperkirakan sudah hampir 15 tahun beroperasi.

Meskipun keberadaanya membawa dampak ekonomi yang baik kepada masyarakat sekitar, akan tetapi buangan limbah dari pabrik kelapa sawit ini juga membawa dampak tersemarnya air laut pada pesisir pantai dusun tersebut, air laut dipesisir pantai dusun Siliha desa Maneo yang tadinya bening kini telah berubah warna menjadi coklat kehitam hitaman.

Dampak dari limbah pabrik kelapa sawit PT. Nusa Ina tersebut mengakibatkan banyak ikan yang menjadi sumber kehidupan para nelayan di pesisir pantai tersebut ikut tercemari, banyak ikan terlihat mati karena keracunan limbah terdampar dipesisir pantai, hal ini menimbulkan kesulitan bagi nelayan yang ingin melaut.

Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait hal tersebut, Jurnalis media Mapikor langsung turun lakukan investigasi lapangan pada Jumat, (19/2/21) dan ternyata laporan yang diterima benar adanya, dilokasi terlihat dengan jelas limbah industri Kelapa Sawit PT Nusa Ina Group, tumpah dipesisir laut pantai Dusun Siliha, dalam pandangan terlihat jelas air laut yang tadinya bersih berubah warna menjadi coklat kehitaman.

Kondisi lingkungan pesisir pantai tersebut cukup memprihatinkan, olehnya sebab itu, kami minta kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Maluku Tengah segera mengambil sikap tegas, sebab akibat pencemaran limbah industri pabrik kelapa sawit milik  PT Nusa Ina itu telah mengancam kehidupan warga sekitar dan ikan ikan di wilayah itu.

Jika dilihat kondisi pesisir pantai tersebut maka, PT. Nusa Ina Group Diduga telah melanggar Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentan Perlindungan dan Pengelolalaan Lingkungan Hidup, “Jika Perusahaan Sengaja Membuang Limbah dengan sengaja baik ke sungai maupun laut maka diancam Pidana  berdasarkan Pasal 60 jo Pasal 104 UU PLH dengan Pidana 3 Tahun Penjara atau Denda paling banyak Rp.3.000.000.000.- (Tiga Milliar Rupiah)

Sebagaimana diketahui bahwa Pencemaran Limbah sangat membahayakan lingkungan khusunya daerah yang terdampak seperti pesisir pantai dusun Siliha Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, sehingga penduduk pesisir pantai jadi susah melaut untuk mencari ikan, begitupula dengan ikan hasil tangkapan yang sudah tercemar limbah sangat berbahaya untuk dikonsumsi, oleh sebab itu diharapkan perhatian yang intensif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah terkait hal ini, harus ada tindakan tegas dari pemerintah bagi perusahaan yang dengan sengaja telah mencemari lingkungan dengan limbah yang berbahaya baik bagi lingkungan maupun masyarakat yang terimbas.

Menurut keterangan yang bersumber dari masyarakat sekitar bahwa limbah dari satu satunya Pabrik kelapa sawit PT. Nusa Ina Group yang ada ada ditaran Seram Utara timur kobi, limbah ini mengalir dari Hulu sungai Siliha hingga ke pesisir pantai dusun Siliha, diduga kuat adanya kebocoran pada Tangki penamping limbah, menurut masyarakat setempat bahwa kejadian seperti ini juga pernah terjadi beberapa tahun lalu lanjut nara sumber masyarakat tersebut.

Selain dusun Siliha menurut keterangan dari sumber masyarakt dusun tetangga bahwa mereka juga terdampak akibat pencemaran limbah tersebut, bahkan kepada jurnalis yang melakukan investigasi masyarakat berjanji untuk merekam gambar video jika limbah tersebut terus mengalir melalui sungai tanpa henti, selain air sungai yang tercemar bisa dilihat sambil menunjuk tangan kearah ratusan anak ikan yang mati tersebar dipesisir pantai siliha akibat tercemar limbah tersebut, pada Sabtu (20/02/2021)

Kepada wartawan,  dirinya berjanji untuk memabantu mengambil gambar dan Vidio, apa bila besok besok terjadi pencemaran lagi.Sumber juga sangat perihatin dengan apa yang terjadi di laut pesisir pantai Siliha. “Kondisi yang ada akibat limba industri kelapa sawit,sehingga mengakibatkan ratusan ekor ikan terlihat mati dipesisir laut pantai Siliha.

Menindaklanjuti temuan hasil investigasi tersebut jurnalis media Mapikor meminta informasi kepada Plt Kadis Kantor Lingkungan hidup Kabupaten Maluku Tengah, Bp Tedy Salampessy, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Beliau mengatakan kita telah menurunkan tim kelokasi, untuk melihat langsung  dan beliau juga belum bisa berkomentar sebelum mendapat laporan dari tim di lapangan.

Jawaban Plt Kepala Dinas Kantor Lingkungan Hidup tersebut dibenarkan oleh staf pada kantor Dinas Lingkungan Hidup, bahwa atas perintah pimpinan, saat ini ada beberapa staf yang sudah turun kelokasi pencemaran lingkungan di pantai Dusun Siliha untuk memastikan kejadian tersebut dan selanjutnya dilaporkan kepimpinan untuk diambil langkah selanjutnya.

Sementara pihak Human Resource Development PT Nusa Ina, Hidaya Wajo, ketika dikonfirmasi terkait pencemaran limbah tersebut melalui sambungan telpon selulernya. Jawabannya bahwa dia belum bisa memberikan keterangan lebih sebab baru mengetahui kejadian ini, namun akan kita cek kebenarannya, saya sendiri baru dengar terkait pencemaran tersebut, posisi saya sekarang dalam perjalanan dari Kota Ambon menuju Kobi, lanjut Hidayat singkat.

(AH)

About admin

Check Also

Tiga Pilar Desa Kecamatan Biru Biru Buka Puasa Bersama

Tiga Pilar Desa Kecamatan Biru Biru Buka Puasa Bersama BIRU BIRU | www.mapikor-news.com Tiga Pilar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *