Home / Nasional / “Erick Thohir” Seharusnya Berani Menegur Wamen Kartika Wirjoatmodjo Terkait Rekayasa Laporan Keuangan Bank Mandiri Senilai 26,9 Triliun Rupiah.

“Erick Thohir” Seharusnya Berani Menegur Wamen Kartika Wirjoatmodjo Terkait Rekayasa Laporan Keuangan Bank Mandiri Senilai 26,9 Triliun Rupiah.

“Erick Thohir” Seharusnya Berani Menegur Wamen Kartika Wirjoatmodjo Terkait Rekayasa Laporan Keuangan Bank Mandiri Senilai 26,9 Triliun  Rupiah.

Jakarta | www.mapikor-news.com

Laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepadanya.  Begitu pentingnya fungsi dari laporan keuangan, maka konstitusi kita melalui UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, dan UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, mengamanatkan dengan tegas bahwa Laporan Keuangan adalah tanggungjawab Direksi. Direksi perusahaan diminta untuk membuat Laporan Keuangan sebagai pertanggungjawaban kepada Komisaris perusahaan, bahkan untuk membuktikan apakah laporan itu disajikan dengan wajar, Laporan Keuangan wajib diaudit akuntan publik, sebagai auditor indepeden

Erick Thohir

Dugaan publik yang disampaikan Evert Nunuhitu sebagai Ketua Umum Grakan Rakyat peduli keuangan Negara (GRPKN) terhadap adanya penyimpangan atas Laporan Keuangan PT. Bank Mandiri Tbk periode 2018 dan 2019 senilai 26,9 triliun rupiah yang terdiri dari periode 2018 sebesar Rp. 19.529.146.000.000.- (Sembilan Belas Triliun Lima Ratus Dua Puluh Sembilan Milyar Seratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah ) dan periode 2019 sebesara Rp.7.453.343.000.000.-  (TujuhTriliunEmpat Ratus  Lima PuluhTigaMilyarTiga Ratus EmpatPuluhTiga Juta Rupiah),  seharusnya mendapat prioritas perhatian dari Menteri BUMN Erick Thohir disaat negara sedang mengalami kesulitan keuangan dan kinerja bank-bank plat merah dan BUMN terpukul dihantam pandemi Covid-19.

Sebagai Menteri BUMN,  Erick Thohir adalah pemegang saham pengendali dari Bank Mandiri, seharusnya dengan mudah dapat menuntut Bank Mandiri untuk menjawab Tudingan Publik terhadap Dugaan adanya Rekayasa Laporan Keuangan Bank Mandiri senilai 26,9 Triliun rupiah (Rp. 26.982.489.000.000.-), dan atau dapat segera meminta pertanggungjawaban Kartika Wirjoatmodjo, yang saat ini sebagai Wamen BUMN, dan Panji Irawan yang saat ini sebagai Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, yang paling bertanggungjawab untuk melakukan klarifikasi dugaan rekayasa Laporan keuangan Bank Mandiri, serta memanggil Sulaiman A Arianto dan Hery Gunardi yang melanjutkan Periode Kepemimpinan Kartika Wirjoatmodjo di Bank Mandiri, untuk fokus melakukan klarifikasi dugaan Rekayasa Laporan Keuangan bank Mandiri yang mencapai 26.9 triliun rupiah lebih, yang telah menjadi pembicaraan publik, sebelum RUPS tahunan Bank Mandiri yang rencananya akan diselenggarakan pada 15 Maret 2021 yang akan datang.

evert nunuhitu

26,9 triliun rupiah adalah nilai yang sangat besar untuk diabaikan oleh Erick Thohir, jika ia tidak mau dianggap melindungi anak buahnya yang dituding (diduga) telah melakukan praktek kecurangan  yang merugikan uang negara yang mungkin saja melibatkan banyak kepentingan didalamnya.  Kerja bersih, transparan, akuntabel, dan professional yang didengungkan pak Erick Thohir sebagai prinsip kerja di kementerian BUMN, sehrusnya dimaknai sebagai penempatan personil yang bersih dan loyalitas utamanya fokus pada kepentingan bangsa dan negara, oleh karena itu disaat ada keraguan rakyat terhadap transparansi dan akuntabel dikementerian yang dipimpinnya,  Erick Thohir seharusnya memberikan proritas untuk meresponinya.

Evert Nunuhitu yang juga adalah ketua Investigasi media SJ-KPK mengatakan jika saja pak Erick Thohir tidak mengabaikan tudingan telah terjadi dugaan rekayasa pada  Laporan Keuangan PT. Bank Mandiri Tbk periode 2018 dan 2019 senilai 26,9 triliun rupiah dan mau memerintahkan wamennya Kartika Wirjoatmodjo,  sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam melakukan klarifikasi dugaan telah terjadi rekayasa laporan keuangan Bank Mandiri periode 2018 dan 2019, maka ia telah menjawab sebagian issue yang beredar di masyarakat yang mengganggap bahwa pengangkatan alumni Bank Mandiri untuk mengisi posisi puncak (CEO) di bank-bank Plat merah dan BUMN oleh pak Erick Thohir, lebih pada kepentingan politik untuk melindungi beberapa kelompok/orang, bukan atas dasar keputusan professional  untuk mengembangkan BUMN, selain itu jika klarifikasi atas dugaan telah terjadi rekayasa pada laporan keuangan Bank Mandiri dilakukan atas perintah Menteri BUMN.

Kartika Wirjoatmodjo

Maka terdapat beberpa keuntungan sebagai berikut : pertama, 26,9 triliun rupiah adalah nilai yang sangat besar disaat negara memerlukan uang dan kinerja bank yang terpukul dihantam pendemi virus covid-19, yang merupakan issue yang sangat seksi untuk dibicarakn pada RUPS Bank Mandiri terkait Akuntabilitas dan penggatian pengurus, kedua,  untuk membuktikan apakah penempatan top eksekuti (CEO) di bank-bank plat merah dan berbagai BUMN  yang berasal dari alumni Bank Mandiri merupakan bankir-bankir terbaik yang memiliki reputasi didunia perbankan dan keuangan di republik ini, sehingga pantas untuk menduduki posisi puncak di BUMN, ataukah hanya keputusan politik karena referensi pak Menteri hanya terbatas pada alumni bank Mandiri, sehingga menutup peluang dari kader-kader potensial perbankan lainnya yang berkiprah di luar Bank Mandiri, ketiga, jika dugaan rekayasa tersebut ternyata benar, maka dapat mencegah terjadinya praktek-praktek kecurangan di tempat lain dimana orang-orang yang bertanggungjawab terhadap Laporan keuangan Bank Mandiri yang diduga telah direkayasa berkiprah saat ini, Keempat, sebagai tolak ukur professional dalam mengembangkan BUMN untuk kepentingan nasional, bukan untuk diri sendiri dan atau kepentingan sekelompok orang, Kelima, dengan melakukan klarifikasi terhadap dugaan rekayasa laporan keuangan yang terjadi, dapat menjawab keraguan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabel kinerja BUMN dibawah pimpinannya sebagai Menteri BUMN.

Evert Nunuhitu menegaskan bahwa rakyat pencari keadilan, Komunitas rakyat perangi korupsi, rakyat peduli uang negara,  professional  dan pengguna laporan keuangan negara, serta pengamat laporan keuangan berharap klarifikasi terhadap dugaan rekayasa laporan keuangan Bank Mandiri periode 2018-2019, dapat difasilitasi dan atau dituntaskan oleh pak Erick Thohir sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BUMN-HIMBARA, khususnya yang terkait dengan Bank Mandiri pada pertengahan Maret 2021, agar pada RUPS tersebut hal-hal yang berkaitan dengan Penetapan penggunaan Laba, Pembagian Deviden, dan Penggantian Pengurus, mendapat prioritas perhatian dari pak Erick Thohir sebagai Pemegang Saham Pengendali dari PT. Bank Mandiri (Pesero)Tbk, demikian tutur Evert Nunuhitu Ketua Umum Gerakan Rakyat Perduli Keuangan Negara dan Ketua Investigasi media SJ-KPK. kepada media Mapikor.

(Evert Nunuhitu)

About admin

Check Also

Rekayasa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Ambon Sebesar Rp.49.022.546.851.02.- Seharusnya jadi Tanggungjawab Walikota Ambon

Rekayasa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Ambon Sebesar Rp.49.022.546.851.02.- Seharusnya jadi Tanggungjawab Walikota Ambon Jakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *