Home / Daerah / Paguyuban Pedagang Tahu Bojonegoro Menjerit Dan Mengadu Ke DPRD Komisi B

Paguyuban Pedagang Tahu Bojonegoro Menjerit Dan Mengadu Ke DPRD Komisi B

Bojonegoro | www.mapikor-news.com — Selasa 9 Februari 2021 paguyuban para pengusaha tahu di desa Ledok Kulon kecamatan Kota kabupaten Bojonegoro Supranoto dan Warsono menjerit dengan kenaikan harga kedelai yang tidak kunjung menurun bahkan harganya merambat naik dan dikawatirkan gulung tikar kemudian bagaimana nasib ribuan tenaga kerjanya bilamana perusahaan tidak bisa produksi lagi.

Menurut dinas perdagangan kabupaten Bojonegoro yang hadir Darmiatin dalam keterangan pers nya mengatakan bahwa masalah harga kedelai import bukan wewenang dinas akan tetapi wewenang pemerintahan pusat dan daerah hanya memfasilitasi kedepannya dapat bekerja sama dengan dinas pertanian agar petani mau menanam pada kedelai untuk sentra-sentra yang telah ditentukan oleh dinas pertanian, pungkasnya.

Dan menurut ketua komisi B Sally Atyasasmi dalam keterangan pers nya mengatakan bahwa pada beberapa waktu lalu tepatnya pada 7 Januari 2021 pemerintah pusat dalam hal ini menteri perdagangan telah memberikan surat edaran tentang kesepakatan harga kedelai import Rp 8.500 akan tetapi awal Januari hingga sekarang mencapai Rp 9.600 sedangkan kebutuhan paguyuban pedagang tahu ledok kulon 10 ton hingga 15 ton perharinya.

Pihaknya menambahkan bahwa dari permasalahan tersebut diatas yang perlu diperhatikan adalah koordinasi jangka pendek menekan harga kedelai import turun minimal harga atau nilai yang disepakati dan kedepannya nya dinas pertanian harus ada pertanian secara khusus untuk sentra penghasil kedelai guna memenuhi kebutuhan pangan bahan dasar, tegasnya.(Haris)

About admin

Check Also

Giat PPKM Berbasis Mikro Di Wilkum Polsek Biru Biru

Giat PPKM Berbasis Mikro Di Wilkum Polsek Biru Biru BIRU BIRU | www.mapikor-news.ccom Kapolsek Biru …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *