Home » Daerah » Sejumlah Desa Di Kecamatan Baki Sukoharjo Diduga Abaikan Pergub Jateng

Sejumlah Desa Di Kecamatan Baki Sukoharjo Diduga Abaikan Pergub Jateng

70 views


Sukoharjo|mapikor-news.com — Ini dikarenakan desa desa tersebut mendapatkan Bankeu kepada pemerintah desa Provinsi Jateng yang selanjutnya digunakan untuk membuat memperbaiki sarpras desa baik untuk jalan ataupun pembuatan talud. Adapun jumlahnya untuk kecamatan Baki mencapai 21 paket pekerjaan dengan nilai total Rp 2,9 M dan tiap desa tidak sama mendapatkannya mulai dari nilai Rp.100 juta hingga Rp 600 juta.

Berdasarkan hasil penulusuran di lapangan pelaksanaan pekerjaan di beberapa desa diduga dikerjakan pihak ketiga atau diborongkan.

Adapun pekerjaan yang dikerjakan kepada pihak ketiga yang terbanyak adalah pekerjaan talud dan pengaspalan shandsheet sebagian kecil. Seperti yang terjadi di desa Kudu,Bentakan,Jetis,Siwal,dan Menuran.

Dan diduga pula telah dikoordinir juga dikoordinasikan oleh salah satu oknum kepala desa setempat. Seperti dikatakan salah satu Kepala desa Bentakan Baki Sukoharjo Edi Patmo Putra yang mengatakan, selain sebagai mediator Bangub se kecamatan Baki Pak Lilik yang juga sebagai kepala desa Gedongan juga mengendalikan pekerjaan kepada rekanan sebagai pelaksana pekerjaan alias pemborong ditambahkan pihak desa hanya menerima seluruh dana ditransfer setelah dipotong pajak dan BOP kepada yang bersangkutan.

Lebih lanjut ketika ditanya hal tersebut telah melanggar Juknis PERGUB.NO.06 Tahun 2020 BAB.IIC Nomor 3 yang mengatakan bahwa bantuan dilaksanakan secara swakelola dengan memaksimalkan SDM di desa secara gotong royong sekaligus untuk pemberdayaan dan BAB.IIIA Nomor 3 yang juga mengatakan selain dikerjakan secara swakelola juga tidak boleh dipihak ketigakan/diborongkan kecuali yang membutuhkan tenaga ahli atau peralatan khusus. Karena desa sebagai penerima,pelaksana dan penanggung jawab kegiatan adalah kepala desa.

Dan nuansa aroma diduga kuat KKN (kolusi,korupsi,nepotisme) sangat kental yang ujungnya merugikan keuangan negara telah terjadi kebocoran anggaran yang tidak lain juga adalah uang rakyat Pak Lurah hanya terdiam dan menghela nafas panjang “Untuk lebih jelas dan detailnya bisa ketemu langsung dengan yang saya maksudnya ,” ucapnya.

Sementara itu kepala desa Gedongan Baki Sukoharjo Lilik Hartanto ketika diklarifikasi di kediamannya mengatakan bantuan tersebut didapat sebagai bentuk apresiasi dukungan pilpres melalui Apdesi yang diketuai oleh Pak Bambang kepala desa Karangasem Bulu Sukoharjo. “Yang ngerjakan bukan saya sedangkan saya hanya menfasilitasi desa penerima dan itupun tidak semua desa ,” ungkapnya datar. Tentang adanya pelanggaran Pergub Jateng pihaknya meminta berhubungan langsung dengan desa penerima.(Gsw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *