Home » Daerah » Positif Dua Pimpinan OPD Di Kabupaten Buru Terpapar Covid-19

Positif Dua Pimpinan OPD Di Kabupaten Buru Terpapar Covid-19

99 views

Namlea-Buru | mapikor-news.com — Kadis Kesehatan, Anwar Perwira dan Kepala Kantor Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah, Azis Tomia dikabarkan terpapar covid-19.

Kepastian kedua Pimpinan OPD di kabupaten Buru ini positif covid-19 turut dibenarkan Jubir Satgas covid-19 kepada awak media lewat WA group media covid-19 Buru, Selasa makan (15/12/2020).

Dari kedua pimpinan OPD yang terpapar covid-19 ini,kadis kesehatan kabupaten Buru, Anwar Perwira dikabarkan sempat dirawat di RSU Lala sepekan lalu. Namun tiga hari lalu sudah dipulangkan untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah setelah kondisi kesehatannya telah membaik.

Sementara Azis Tomia yang juga menjabat Sekertaris covid-19 Kabupaten Buru, diketahui terpapar setelah melalui akun facebooknya mengungkapkan ke khalayak kalau dirinya bersama istrinya dokter Tika Jamlean/Tomia ikut terpapar sesuai hasil swab yang baru keluar hati Senin lalu (14/12/2020). Setelah dinyatakan positif covid-19, Azis Tomia melalui WA group menulis pesan agar diteruskan ke publik agar masyarakat selalu menerapkan 3M.

“Sebenarnya kalau boleh katong yang ada gejala batuk sediki2, ada kekurangan indra penciuman dan rasa, serta masyarakat, sebaiknya laksanakan swab untuk memastikan keberadaan vitus dalam diri masing2,”tulis Azis Tomia.
Azis mengaku sudah jalani swab sampai tiga kali. Ia menghimbau masyarakat agar tidak takut diswab.”Beta sudah 3 kali swab. Swab juga gratis, tidak dipungkut biaya, “kata Azis.

Sedangkan jubir satgas menambahkan, kalau Sekertaris covid-19 kabupaten Buru, Azis Tomia ini fisiknya sempat drop usai berlibur ke kampung halamannya di Kecamatan Kepala Madan, Buru Selatan.
“Mungkin capek dan kurang istirahat jd imun tubuh turun. Saat pulang ke Namlea mulai demam, hingga kemarin. Makanya diputuskan utk swab. Siapa yang duluan menularkan apakah pak sek atau istrinya bt kurang tahu. Saat ini ibu dokter juga mulai bergejala,”terang Nani Rahim.

Menurut Nani Rahim, guna mencegah peredaran covid di tanah bupolo ini, dosialisasi dan edukasi tetap dijalankan agar masyarakay taat melakukan 3M. Krn upaya pencegahan yang paling efektif adalah adalah 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak),”urai Nani Rahim.

Ia juga mengungkapkan, penanganan pandemik covid-19 di kabupaten Buru tetap jalan. “Tim kesehatan tidak pernah berhenti melakukan penanganan. Mulai dari tracking, testing dan treatment itu sudah menjadi kegiatan rutin, yang tidak perlu perlu kita sampaikan berulang2. Sejak awal sudah banyak kegiatan yang di lakukan oleh satgas, jadi saat ini hanya fokus di sosilisasi dan edukasi,”jelas Nani Rahim.
Ia juga menyinggung soal kebijakan terbaru dari kemenkes untuk kontak erat cukup karantina mandiri, tidak ada lagi swab, kecuali bagi yang suspek.

Sedangkan tracking kontak dilakukan oleh masing-masing puskesmas, jadwalnya tidak menentu karena tergantung kapan ada pasien terkonfirmasi. “Jadwal swab juga tidak teratur tergantung kalau ada suspek, dan kita juga harus janjian sama pasien yang mau swab.Kadang sudah janjian mereka batalkan. Jadinya memang kita tidak bisa pastikan jadwal,”kata Nani Rahim.

Nani Rahim juga membantah dan meluruskan info hoax yang beredar di masyarakat kalau salah satu tenaga kesehatan di RSU lala, dr Venno juga Terpapar covid.

Kata Nani, kalau dr Venno sudah sebulan berada di Makassar. “Jangan mudah percaya dengan info yang tidak jelas,”harap Nani Rahim. (NB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *